berbagibahagia.org
#
Nama: Lucky Kristiano
Tempat, Tanggal Lahir: Sumedang, 31-12-2013
Jenis Kelamin: Laki-laki
Hobi: Bermain Bola

Pendidikan dan Prestasi

SD Non Tahfidz
Kelas 1 SD Pangadegan
SDN Pakuwangi Sumedang
JADI ORANG TUA ASUH

Menyantuni berasal dari kata santun yang berarti halus dan baik (budi bahasanya, tingkah lakunya), suka menolong dan belas kasih. Jadi yang dimaksud menyantuni adalah sikap penuh belas kasih sehingga menyebabkannya untuk suka menolong.

Sedangkan kaum dhuafa secara umum dapat di artikan sebagai golongan manusia yang hidup dalam kemiskinan, kesengsaraan, kelemahan, ketertindasan dan ketidak berdayaan yang tiada putus. Kaum duafa terdiri dari orang-orang terlantar, fakir miskin, anak-anak yatim dan orang cacat.

Oleh karena itu yang dimaksud menyantuni kaum dhuafa adalah memberikan harta atau barang yang bermanfaat untuk kaum duafa.

Dalil tentang perintah menyantuni kaum duafa terdapat dalam Al-Quran. Sebagaimana Allah Swt berfirman yang artinya,

وَآَتِ ذَا الْقُرْبَى حَقَّهُ وَالْمِسْكِينَ وَابْنَ السَّبِيلِ وَلَا تُبَذِّرْ تَبْذِيرًا. إِنَّ الْمُبَذِّرِينَ كَانُوا إِخْوَانَ الشَّيَاطِينِ وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِرَبِّهِ كَفُورًا

“Dan berikanlah haknya kepada kerabat dekat, juga kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan, dan janganlah kamu menghambur-hamburkan ( hartamu ) secara boros. Sesungguhnya orang-orang yang pemboros itu adalah saudara setan dan setan itu sangat ingkar kepada Tuhannya.” (QS. Al Isra’,: 26 – 27).

Salah satu contoh kaum dhuafa yang harus kita santuni adalah Lucky. Lucky Kristiano atau biasa yang dipanggil dengan nama Lucky oleh teman-teman, keluarga dan tetangganya saat ini berusia 8 tahun. Dia yang tinggal di Alamat Dusun Ciloa Desa/Kelurahan Pangadegan, Kecamatan: Rancakalong, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat merupakan salah satu binaan Kilau Indonesia Cabang Sumedang di Shelter Pangadegan. Lucky Kristiano merupakan seorang anak dhuafa yang harus diperhatikan. Mengapa demikian? Karena keterbatasan ekonomi, terpaksa membuat Lucky sulit untuk mengikuti pendidikan secara normal.

Ayah Lucky, Dani sehari-harinya bekerja sebagai buruh pabrik yang penghasilannya hanya mendapatkan Rp. 500.000 sedangkan ibunya hanya bekerja sebagai tukang cuci baju dan bersih-bersih rumah yang penghasilannya di bawah Rp.500.000. sehingga orangtuanya tidak sanggup untuk membiayai pendidikan untuk anaknya.

Oleh karena itu melalui pesan yang dibuat ini, Lucky mengajak kepada semua masyarakat untuk menjadi orang tua asuh binaan bagi dia. Peran yang kalian berikan kepada Lucky akan sangat berarti dan sangat berguna untuk dapat memberikan kesempatan kepada anak-anak serta dia sendiri untuk bisa mengembangkan minat, bakat serta pembinaan dalam hal akademik, ilmu agama dan juga ilmu pengetahuan.

JADI ORANG TUA ASUH