berbagibahagia.org
#

Bantu Ayah Ainiya Untuk Sembuhkan Putrinya

berbagibahagia

Disertai dokumen medis

Sisa Waktu : 0 Hari

Terkumpul Rp. 0

Target Rp. 24.990.000

Bantu campaign ini dengan menjadi Fundraiser

JADI FUNDRAISER

Campaign ini mencurigakan? Laporkan

Cerita :

Sahabat kenalin ini merupakan sosok dibalik Ainiya, seorang ayah yang berjuang untuk kesembuhan putrinya. Berawal jadi buruh di peternakan ayam milik orang lain, meski pendapatannya tidak seberapa kini Pak Dasep sudah mempunyai ayam petolor sendiri.

Hasil dari ayam petolor ini, Pak Dasep bisa memperoleh penghasilan bersih sebesar 50 hingga 60 ribu rupiah per harinya, dengan 200 ekor ayam dan menghasilkan 8 kg telor per harinya. Namun penghasilan yang di dapat itu belum lah cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Pasalnya seperti yang diketahui, Bapak Dasep dan Ibu Neni Yuliani ini, awalnya memiliki 3 orang anak yang bernama Septian Dwi Putra (16 tahun), Ainiya Faida Azmi (10 tahun) dan Fatimah Shakila Khairina (5 tahun). Namun takdir berkehendak lain, tatkala anak pertama pak Dasep yakni, Septian Dwi Putra, meninggal dunia karena penyakit yang di deritanya yaitu malnutrisi.

Setelah anak pertamanya meninggal dunia, kini anak kedua Pak Dasep yaitu Ainiya, juga menderita penyakit yang sama seperti kakaknya dahulu. Bagi sahabat yang ingin tahu cerita awal mulanya kenapa Ainiya menderita penyakit tersebut tatkala Ainiya yang saat itu sudah dilahirkan, dia tidak menangis seperti anak bayi pada umumnya dan kondisi kakinya itu sedikit membengkok.

Melihat kondisi tersebut, Pak Dasep dan Bu Neni bergegas membawa Ainiya ke Rumah Sakit untuk menjalani perawatan. Setelah berada di Rumah Sakit dan mendapat perawatan dari dokter, dokter kemudian menyampaikan kepada pihak keluarga kenapa Ainiya ini tidak menangis ketika dilahirkan dikarenakan adanya gangguan di pernafasan yang disertai sesak nafas dan diharuskan untuk menjalani perawatan di Rumah Sakit .

Setelah menjalani perawatan selama 2 minggu lamanya, Ainiya pun diperbolehkan pulang dan harus melakukan kontrol rutin ke rumah sakit, untuk kontrol rutin pada pernafasannya. Namun, selang berjalannya waktu dan usia Ainiya terus beranjak, berat badan Ainiya tiap harinya mengalami penurunan dan semakin kurus badannya.

Setelah itu, saat melakukan kontrol rutin ke rumah sakit dan hasilnya keluar, Ainiya di diagnosa mengalami gizi buruk/malnutrisi berat, yang menyebabkan berat badannya terus menurun. Hingga pada akhirnya, Pak Dasep dan Ibu Neni memutuskan untuk menjalani pengobatan bagi putrinya. Setelah menjalani pengobatan yang cukup lama, alhamdulillah kondisi Ainiya terlihat sedikit membaik.

Namun, dikarenakan dulu Pak Dasep dan Bu Neni melakukan penghabisan untuk mengobati anak pertamanya dulu, maka kini Ainiya kekurangan biaya untuk berobat dan kebutuhannya dikarenakan uangnya sudah dihabiskan untuk berobat dan memenuhi kebutuhan anak pertamanya.

Untuk itu, yuk mari sisihkan sedikit rezeki sahabat untuk membantu ayahnya Ainiya menyembuhkan putrinya dengan cara :

1. Klik Tombol DONASI SEKARANG

2. Masukan Nominal Donasi

3. Pilih Metode Pembayaran Melalui GoPay/ShoppePay/Mandiri/BRI/BSI

4. Lalu Transfer Ke Nomor Rekening Yang Tertera

Tak hanya mendoakan dan berdonasi, sahabat juga bisa membagikan halaman galang dana ini agar semakin banyak yang turut menemani perjuangan pak Dasep dan ibu Neni.

Terima kasih sahabat!!

Disclaimer :

Dokumentasi dan foto-foto yang ada di halaman galang dana ini adalah milik dan tanggung jawab penggalang dana. Jika ada masalah/kecurigaan, bisa langsung melaporkannya kepada kami.

Disclaimer :

Dokumentasi dan foto-foto yang ada di halaman galang dana ini adalah milik dan tanggung jawab penggalang dana. Jika ada masalah/kecurigaan, bisa langsung melaporkannya kepada kami.

CAMPIGN TELAH BERAKHIR