berbagibahagia
Belum Disertai dokumen medis |
Sisa Waktu : 0 Hari |
Terkumpul Rp. 0 |
Target Rp. 19.800.000 |
|
Bantu campaign ini dengan menjadi Fundraiser |
Campaign ini mencurigakan? Laporkan
Terlahir Tanpa Anus, Raditya Hanya Bisa Merintih Kesakitan!
Hati orang tua mana yang tidak sedih, ketika anak satu-satunya penerus keluarga terus menerus merintih kesakitan di akibatkan penyakit yang dia alami dan penyakitnya tersebut adalah Atresia Ani (terlahir tanpa lubang anus).

Pada awal kelahirannya, Radit merupakan anak normal dengan bobot tubuh yang biasa aja tidak ada kendala apapun. Namun 3 hari setelah lahiran, kondisi Radit mulai mengalami keanehan. Keanehan yang pertama adalah ketika dia buang air besar, keluarnya itu bukan melalui lubang anusnya melainkan melalui mulutnya dan ketika berkonsultasi dengan bidannya, katanya itu masalah biasa saja dan tidak perlu di khawatirin.
Kemudian keanehan lainnya adalah ketika ibunya ingin bermain dengan Radit, disitu ibunya melihat ada keanehan yakni perutnya Radit yang kian lama kian membesar seperti busung lapar. Nah, pas di cek lagi ke bidan barulah disitu ketahuan bahwa Radit terkena penyakit Atresia Ani atau lubang anusnya tidak ada dan di rujuk ke Rumah sakit.
Setelah mengetahui, melihat dan mendapat rujukan untuk ke Rumah Sakit, Ayah dan Ibunya Radit yang tinggal di Dusun Hariang, Kecamatan Buah Dua, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat bergegas langsung membawanya ke Rumah Sakit. Namun naasnya, dikarenakan orang tuanya tidak mengetahui bagaimana prosedur di Rumah Sakit membuat biaya pengobatannya menjadi terhambat. Alhasil mau tidak mau dia harus menunggu terlebih dahulu bantuan dari orang lain untuk dapat mengurus semuanya.
Dalam rentang waktu selama hampir 3,5 tahun, Radit terus menerus mengalami kesakitan yang sangat luar biasa. Sempet muncul secercah harapan dan doa-doa yang dipanjatkan oleh orang tuanya di ijabah oleh Allah, ketika dia mendapat kesempatan untuk melakukan operasi sekitar bulan Januari 2020 an namun operasi yang dilakukannya tersebut mengalami kegagalan.
Oleh karena itu, adik Radit kini membutuhkan biaya untuk operasi yang selanjutnya yakni pembuatan lobang stoma, kemudian obat-obatannya, biaya transportasi dari Rumah menuju ke Rumah Sakit dan kebutuhan nutrisi lainnya. Sementara untuk pekerjaan ayahnya sendiri hanyalah buruh pabrik di daerah Karawang namun ketika virus Covid-19 datang, beliau di phk dari pekerjaannya ditambah mengalami kecelakaan yang membuat kakinya patah.
Untuk itu, yuk sahabat mari kita berikan bantuannya dan jangan biarkan kondisi Radit terus menerus seperti ini karena kalau dibiarkan nyawa Radit bisa terancam!!
Berikan bantuan terbaikmu dengan cara :
1. Klik tombol DONASI SEKARANG
2. Masukkan Nominal Donasi
3. Pilih Metode Pembayaran Melalui GoPay / ShoppePay / Mandiri / BRI / BSI
4. Lalu Tranfer Ke No Rekening Yang Tertera