berbagibahagia
Belum Disertai dokumen medis |
Sisa Waktu : 0 Hari |
Terkumpul Rp. 0 |
Target Rp. 50.000.000 |
|
Bantu campaign ini dengan menjadi Fundraiser |
Campaign ini mencurigakan? Laporkan
Saya berjualan peyek dan kerupuk ini setiap hari, karena ada hal yang harus saya tanggung yakni membantu dana untuk renovasi rumah keluarga yang bagian depan dan dapur sudah hampir ambruk. - Nenek Epo (82 tahun).

Nenek Epo , sudah bertahun- tahun berjalan kerupuk, peyek teri/kacang, berkeliling menyusuri jalanan kota Sumedang. Nenek Epo mempunyai 3 orang anak dan 1 cucu, 3 anaknya semuanya melajang karena sudah bercerai dengan pasanganya masing-masing sehingga mereka bertiga tinggal bersama Nenek Epo.
Nenek Epo tinggal di Dusun Seulareuma, Pasanggrahan Baru, Sumedang Selatan. Untuk membantu mencukupi kebutuhan keluarganya, Nenek Epo masih bekerja dengan menjajakan kerupuk dan peyek. Karena memang sejak usia muda, Nenek Epo sudah biasa berjualan.
Setiap hari berangkat jam 8 pagi dan pulang sehabis berkeliling jualan yakni jam 4 sore, Nenek Epo tidak memproduksi sendiri kerupuknya, tapi ia hanya menjualnya dari kulakan, setiap hari ia mengambil 2 kantung besar setiap kantungnya berisi 100 bungkus kerupuk. Dengan keuntungan yang diambil hanya 500 rupiah setiap sebungkus kerupuk yang terjual, total untung 25rb/hari. Terkadang apabila Nenek Epo tak sanggup berjalan saat berjualan, ia diam di POM bensin Sumedang atau di depan toko orang menunggu pembeli datang.

Peluhnya yang sering menetes tak membuat Nenek Epo gentar untuk berjuang mencari nafkah, langkahnya yang cukup sigap untuk seorang nenek usia hampir 1 abad tak pernah membuatnya lelah karena berkeliling puluhan kilometer.
#Sahabatbaik, kisah Nenek Epoh adalah 1 dari ratusan pejuang jalanan lainya yang sedang kesulitan. Apalagi di usia rentanya membuat Nenek Epo harus berjuang lebih demi tempat tinggal yang layak dan aman. Untuk itu kami berbagibahagia.org membuat empati untuk membantu Nenek Epo, merenovasi rumah yang nyaman.